Ulasan Babak 16 Besar Asian Games: Akankah Tim Kuat Melenggang Dengan Mudah?

shares

Rangkaian pertama babak 16 besar cabang olahraga sepak bola putra Asian Games 2018 siap berlangsung pada hari Kamis (23/8/2018) ini. Sebanyak delapan tim siap berduel mati-matian demi melaju lebih jauh di fase gugur.


Selain bentrok sengit antara Iran dan Korea Selatan, para unggulan diperkirakan bakal melenggang dengan mudah. Namun tak menutup kemungkinan jika mereka yang berstatus underdog kembali memberi terapi kejut. Berikut ini ulasan lengkap keempat partai tersebut.


1. Uzbekistan vs Hong Kong: Laga mudah untuk Si Serigala Putih


Uzbekistan U-23 adalah salah satu unggulan pada tahun ini. Mereka lolos ke babak gugur dengan catatan mentereng, juara grup B dengan koleksi 9 poin alias tak terkalahkan. Selain itu, koleksi 10 gol tanpa kebobolan sejauh ini dirasa cukup untuk memberi gambaran tentang kualitas The White Wolves.
Kombinasi Zabikhillo Urinboev, Ikromjon Alibaev dan Dostonbek Khamdamov bahkan telah menyumbang 7 angka. Trio maut ini sudah pasti bakal melanjutkan "hobi" mereka yakni mengacak-acak pertahanan lawan.
Bagaimana dengan Hong Kong? Bertahan total, dengan sesekali mencari peluang lewat serangan balik jadi opsi yang masuk akal. Mereka jelas belajar banyak dari kekalahan atas Indonesia di matchday terakhir grup A. Namun, kesalahan sekecil apapun bisa saja berakibat fatal.

2. Iran vs Korea Selatan: Bukan final kepagian


Skuat Iran masih merasa terpukul. Di matchday terakhir grup F, mereka kalah dua gol tanpa balas dari Myanmar. Beruntung, aturan selisih gol dan head-to-head menjadi penyelamat mereka hingga akhirnya lolos sebagai pemuncak klasemen. Apesnya, Tim Melli musti bersua Korea Selatan di fase 16 besar.
Jika skuat asuhan Zlatko Kranjcar tersebut tidak memetik pelajaran pasca hasil negatif, Korsel siap memulangkan mereka. Partai di Cikarang ini pun bukanlah final kepagian sebab Iran U-23 sedang jelek-jeleknya. Pada Asian Games 2014, mereka tumbang di fase grup. Mehdi Amini cs pun tak berpartisipasi di Piala Asia U-23 tahun ini karena gagal lolos dari babak kualifikasi.
Fokus pun beralih ke Daehan Minguk. Peluang lolos ke perempat final jelas terbuka lebar. Kelemahan tim lawan saat dihadapkan pada strategi permainan tempo tinggi bakal dieksploitasi habis oleh Son Heung-min dan kawan-kawan.

3. Palestina vs Suriah: Siapa unggul di Derby Tanah Levant?


Levant (atau Syam dalam penyebutan bahasa Arab) adalah sebutan untuk wilayah di timur Laut Mediterania. Membuka peta, maka akan terlihat negara-negara Timur Tengah dan sebagian Eropa terletak saling berdesakan. Pindahkan konteksnya ke cabor sepak bola putra, kita mendapati fakta bahwa cuma Palestina dan Suriah yang mengirim wakil.
Keduanya kini bertemu di babak 16 besar dengan status runner-up. Maka tak salah jika menyebut partai ini sebagai derby. Catatan berbicara, Palestina U-23 belum takluk dalam enam laga terakhir. Kualitas pemain yang merata pun jadi kunci selama babak penyisihan grup.
Lain lagi dengan Suriah yang "selamat" usai menghujam Timor Leste dengan lima gol berbalas dua. Sejak tahun 2016, pertemuan dengan sesama Timur Tengah memang selalu alot (sekali kalah, dua kali imbang dan sekali menang). Namun mereka tak ingin pulang ke hotel selepas pertandingan untuk mengepak koper.
Baru kembali setelah absen sejak edisi 2006, inilah kali pertama Suriah lolos ke fase gugur. Di benak skuat asuhan Muhannad Al-Fakeer tersebut kini bergaung pepatah lama: kesempatan emas tak datang dua kali. Menilik fakta-fakta di atas, tensi tinggi khas derby pun siap tersaji di Bekasi.

4. Vietnam vs Bahrain: Menanti kejutan baru


Vietnam datang dengan dada membusung. Bukan main, tim sekelas Jepang pun berhasil ditundukkan. Dengan permainan cepat dari kaki ke kaki yang sukses membawa mereka ke final Piala Asia U-23 awal tahun ini, rasanya mustahil langkah Bui Tien Dung dan kawan-kawan terhenti sampai di sini.
Kombinasi permainan kilat nan agresif jadi senjata utama di fase grup. Menilik hasil di babak grup, mereka sudah bukukan enam gol dan belum sekalipun kebobolan. Jika sebelumnya selalu mentok di fase 16 besar, kini pasukan Park Hang-seo itu sudah menyiapkan pena demi catatan rekor baru.
Bahrain agaknya patut merasa was-was. Meski baru saja menaklukkan sesama kesebelasan Asia Tenggara, yakni Malaysia, sang calon lawan punya karakter yang bertolak belakang. Tanpa strategi jitu, Si Merah bakal dibuat pontang-panting oleh Vietnam.

Related Posts

0 comments:

Post a Comment